Sabtu, 21 Desember 2013
Jumat, 20 Desember 2013
Kamis, 19 Desember 2013
UU Desa Disahkan, Anggota Dewan Berebut Sebut Dapil di Paripurna
Setelah melalui perjuangan selama tujuh tahun, akhirnya
Undang-Undang Desa disahkan di rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat,
hari ini, Rabu 18 Desember 2013. Rapat pengesahan ini sempat diwarnai
beberapa interupsi. Tetapi, pada dasarnya, semua fraksi menyetujui RUU
Desa ini disahkan menjadi Undang-Undang.
Selain itu, kata Priyo, UU ini juga diharuskan membentuk semacam
DPR tingkat desa, namanya Badan Permusyawaratan Desa. Anggotanya sekitar
sembilan orang. "UU ini tidak memangkas kewenangan Bupati atau Walikota
atau Gubernur pada kepala desa," kata dia. (ren) VIVAnews
Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, yang memimpin rapat paripurna
ini, menyebutkan bahwa dalam UU ini, akan ada jaminan pasti untuk Desa
dari pemerintah pusat. Misalnya, kata dia, perangkat desa akan mendapat
gaji sampai tunjangan kesehatan.
"Selama inikan dari belas kasih warga," ujar Priyo.
Namun, Rapat Paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang Desa
menjadi Undang-Undang Desa hari ini diwarnai peristiwa yang tak biasa.
Dalam rapat ini, pimpinan rapat, Priyo Budi Santoso memperbolehkan semua
anggota dewan menyebut nama beserta daerah pemilihan masing-masing.
"Untuk rapat kali ini, semua boleh menyebutkan nama dan dapilnya," kata Priyo dalam sidang paripurna.
Padahal selama ini, dalam rapat, anggota DPR tak pernah menyebut nama daerah pemilihannya.
Hasilnya, semua anggota dewan yang melakukan interupsi atas
pengesahan RUU Desa ini menyebut nama beserta daerah pemilihan
masing-masing.
Peristiwa ini, bermula pada saat Ketua Pansus RUU Desa, Ahmad
Muqowam menyebut belasan nama anggotanya beserta dapilnya di depan
ratusan anggota DPR dan wartawan yang meliput. Beberapa nama diketahui
berubah daerah pemilihannya, ada juga yang berubah menjadi anggota DPRD
dan DPD.
"Ada yang lupa disebut, pimpinan rapat paripurna belum disebut nama dapilnya," kata Priyo.
Mendengar hal itu, Muqowam langsung menyebut nama Priyo. "Oh iya, Pak Priyo dari Golkar di dapil Jawa Timur I," ujar Muqowam.
"Seumur-umur saya memimpin sidang, baru kali ini anggota pansis
disebut sampai ke dapilnya. Tapi saya sengaja tak menyelaknya," ujar
Priyo yang disambut tepuk tangan anggota dewan.
Dana dari APBN dan APBD
Ketua Panitia Khusus RUU Desa, Ahmad Muqowam, mengatakan,
Undang-Undnag yang terdiri dari 16 bab dan 121 pasal ini akan mengubah
cara pandang mengenai pembangunan bangsa. Menurut dia, kali ini
pembangunan Indonesia tidak hanya terjadi di perkotaan, tapi juga
dimulai di desa agar kemakmuran dapat berkeadilan dan berkesinambungan.
"Undang-Undang ini akan membuat bangsa menjadi kokoh membangun desa
berarti membangun bangsa," kaya Muqowan dalam pidatonya di Sidang
Paripurna.
UU Desa ini, kata Priyo juga mengatur tentang alokasi dana dari
pemerintah pusat. "Selama ini kan tidak pernah ada anggaran dari pusat.
Jumlahnya sebesar 10 persen dari dana per daerah, wajib diberikan, nggak
boleh dicuil sedikitpun. Kira-kira sekitar Rp 700 juta untuk tiap desa
per tahunnya," ujar dia.
Selain kucuran anggaran dari pusat, kata dia, Desa juga
memungkinkan mendapat kucuran dana dari APBD Provinsi, Kabupaten/Kota.
"Ini wajib dilaksanakan, tergantung kekuatan masing-masing daerah," ujar
dia.
Kamis, 19 September 2013
Rekam Gambar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur
![]() | |
| Kegiatan Pembekalan Caleg Propinsi di Hotel Cianjur Tgl 1 September 2013 |
![]() |
| Penyerahan Hadiah Turnamen Bola Volley se Wilayah 4 Cianjur oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Cianjur Tanggal 15 September 2013 |
![]() |
| Psikotest Caleg DPRD se Wilayah III Jabar |
![]() |
| Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh DR. Ir. Arif Budimanta, M.Sc. didampingi oleh Sekertaris DPC PDI Perjuangan, Iwan Permana, SH |
![]() |
| Srikandi PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur |
DCT PDI PERJUANGAN TAHUN 2014
DAFTAR CALON TETAP (DCT)
PDI PERJUANGAN KABUPATEN CIANJUR
PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014
PDI PERJUANGAN KABUPATEN CIANJUR
PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014
DAERAH PEMILIHAN 1
(Cianjur, Gekbrong, Cilaku, Warungkondang)
1. H. ALI HERIAWAN
2. DHENI LUTFI RAHMAN, S.Sos
3. CUCU KUSTIRAH
4. ASEP LUKMAN
5. RIDHO HAMZAH, S.Pd
6. R. TUTI HANIPAH, S.AG
7. IMAN FIRMANSYAH
8. CECEP KUSHENDAR, S.Pd
9. TETI MARDIANI
10. SYAMSU RIZAL
DAERAH PEMILIHAN 2
(Cugeunang, Pacet, Sukaresmi, Cipanas dan Cikalong)
1. CECEP BULDAN
2. ADANG SUPIANA
3. INDRA YULIANA M, SE
4. NICO PARIS
5. SOFYAN MUNAWAR
6. EMMY SURATMI
7. DANI YUDHA KOSWARA, A.Md
8. AUD
9. R. LUSI KHAERANI
10.ASEP SUHEDNDAR
DAERAH PEMILIHAN 3
(Karangtengah, Mande, Sukaluyu, Ciranjang, Bj. Picung dan Haurwangi)
1. SUSILAWATI, SH
2. AANG SARMEDI
3. BAMBANG IRAWAN
4. IR. YULI INTAN WIGUNA
5. AHMAD YUSUF, S.Pd
6. SUBUR SUKAMTO
7. TETI FATIMAH, S.Pd
8. DADAN SAEPUDIN
9. TEDI SETIADI
10.ENDAR SUHENDAR
DAERAH PEMILIHAN 4
(Cibeber, Sukanagara, Campaka, Campakamulya, Pasirkuda, Pagelaran dan Takokak)
1. IWAN PERMANA, SH
2. YEDI RISWANDI, S.IP
3. HJ. NENEDEN RUKMANA
4. WAWAN JUWANDI
5. ASEP ISKANDAR
6. RIKA DERAWATI
7. IDA FITRIANI, ST., MSi.
8. JUNAEDI
DAERAH PEMILIHAN 5
(Tanggeung, Kadupandak, Cijati, Cibinong, Leles, Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun, Naringgul dan Cikadu).
1. KUSWANDI
2. YUSUF EFENDI
3. R. SHOFI NURUL AFIFAH, S.Pd.I
4. AHMAD YAYU
5. KARTIWAN, A.Ma.Pd
6. SUSIANTI
7. A. BAHRUM RANGKUTI, SH
8. EPI NULHAKIM
9. MINTARSIH
10.DADANG SUTARMO, SH
Cianjur, 26 Agustus 2013
Selasa, 14 Mei 2013
Survei LSN
PDI Perjuangan Terpopuler
Berikut 10 besar partai yang populer di mata para pemilih pemula hasil survei LSN.
1. PDI Perjuangan dengan perolehan 19,5 persen
2. Partai Golkar dengan perolehan 19,3 persen
3. Partai Hanura dengan perolehan 12,8 persen
4. Partai Gerindra dengan perolehan 12,8 persen
5. Partai Nasdem dengan perolehan 10,8 persen
6. Partai Demokrat dengan perolehan 4,6 persen
7. PAN dengan perolehan 3,6 persen
8. PKS dengan perolehan 1,8 persen
9. PKB dengan perolehan 1,6 persen
10. PPP dengan perolehan 1,1 persen
1. PDI Perjuangan dengan perolehan 19,5 persen
2. Partai Golkar dengan perolehan 19,3 persen
3. Partai Hanura dengan perolehan 12,8 persen
4. Partai Gerindra dengan perolehan 12,8 persen
5. Partai Nasdem dengan perolehan 10,8 persen
6. Partai Demokrat dengan perolehan 4,6 persen
7. PAN dengan perolehan 3,6 persen
8. PKS dengan perolehan 1,8 persen
9. PKB dengan perolehan 1,6 persen
10. PPP dengan perolehan 1,1 persen
Survei LSN ini dilakukan pada 1-15 Maret 2013 di 33 Provinsi seluruh Indonesia, dengan 1.230 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dan memberikan kuisioner. Margin of error survei ini adalah plus-minus 2,8 persen.
Sumber : http://www.tribunnews.com/
Megawati Pertanyakan
Megawati Pertanyakan Rencana Penaikan Harga BBM
Laporan: Hilam Mattauch
Senin, 08 April 2013/10:29 WIB
Editor: Irvan sihombing
sumber :Metrotvnews.com
DAFTAR CALON SEMENTARA (DCS) DPRD KABUPATEN CIANJUR
DAFTAR CALON SEMENTARA (DCS) DPRD KABUPATEN CIANJUR
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
TAHUN 2014
| NO | DAPIL | NO. URUT | NAMA BAKAL CALON |
| 1 | CIANJUR I (SATU) | 1 | H. ALI HERIAWAN KASMITA |
| 2 | 2 | DHENI LUTFI RAHMAN, S.Sos | |
| 3 | 3 | CUCU KUSTIRAH | |
| 4 | 4 | PUJO WASITO, S.Ip | |
| 5 | 5 | RIDHO HAMZAH, S.Pd | |
| 6 | 6 | R. TUTI HANIPAH, S.Ag | |
| 7 | 7 | IMAN FIRMANSYAH | |
| 8 | 8 | CECEP KUSNENDAR, S.Pd | |
| 9 | 9 | TETI MARDIANI | |
| 10 | 10 | SYAMSU RIZAL | |
| 11 | CIANJUR II (DUA) | 1 | CECEP BULDAN |
| 12 | 2 | ADANG SUPIANA | |
| 13 | 3 | INDRA YULIANA MULYA, SE | |
| 14 | 4 | NICO PARIS | |
| 15 | 5 | SOFYAN MUNAWAR | |
| 16 | 6 | EMMI SURATMI | |
| 17 | 7 | DANI YUDHA KOSWARA, AMd | |
| 18 | 8 | AUD | |
| 19 | 9 | DENIES HARYATI, SH | |
| 21 | 10 | R. LUSI KHAERANI | |
| 22 | CIANJUR III (TIGA) | 1 | SUSILAWATI, SH |
| 23 | 2 | AANG SARMEDI | |
| 24 | 3 | BAMBANG IRAWAN | |
| 25 | 4 | IR. YULI INTAN WIGUNA, ST | |
| 26 | 5 | AHMAD YUSUP, S.Pd.I | |
| 27 | 6 | SUBUR SUKAMTO | |
| 28 | 7 | TETI FATIMAH, S.Pd | |
| 29 | 8 | DADAN SAEPUDIN | |
| 30 | 9 | TEDI SETIADI | |
| 32 | 10 | ENDAR SUHENDAR | |
| 33 | CIANJUR IV (EMPAT) | 1 | IWAN PERMANA, SH |
| 34 | 2 | YEDI RISWANDI, S.Ip | |
| 35 | 3 | HJ. NENDEN RUKMANA | |
| 36 | 4 | WAWAN JUWANDI | |
| 37 | 5 | ASEP ISKANDAR | |
| 38 | 6 | RIKA DERAWATI | |
| 39 | 7 | IDA FITRIANI, SH | |
| 40 | 8 | JUNAEDI | |
| 41 | CIANJUR V (LIMA) | 1 | KUSWANDI (ABANG) |
| 42 | 2 | YUSUP EPENDI | |
| 43 | 3 | R. SHOFY NURUL AFIFAH, S.Pd.I | |
| 44 | 4 | AHMAD YAYU | |
| 45 | 5 | KARTIWAN, A.Ma.Pd | |
| 46 | 6 | SUSIANTI | |
| 47 | 7 | BAHRUM RANGKUTI, SH | |
| 48 | 8 | EPI NULHAKIM | |
| 49 | 9 | MINTARSIH | |
| 50 | 10 | DADANG SUTARMO, SH |
Selasa, 07 Mei 2013
STRUKTUR DPC PDI PERJUANGAN KABUPATEN CIANJUR
PENYEMPURNAAN
STRUKTUR KOMPOSISI DAN PERSONALIA
DEWAN PIMPINAN CABANG PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
KABUPATEN CIANJUR
Masa Bhakti : 2010 - 2015 ( 09 Mei 2012 s.d. 31 Desember 2015 )
- Ketua :Kuswandi Sukandar
- Wakil Ketua :
- Bidang Kehormatan Partai: Aang Sarmedi
- Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga: Cecep Buldan
- Bidang Keanggotan Kaderisasi dan Rekrutmen: Ahmad Yayu
- Bidang Bidang Informasi dan Komunikasi, Sumber Daya dan Dana: H. Ali Heriawan Kasmita
- Bidang Pertanian Perikanan, Kelautan Kesehatan, Perempuan dan Anak : Pujowasito, S.IP
- Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Keagamaan, Pemuda dan Olahraga : Hj. Nenden Rukmana
- Bidang Industri, Perdagangan, Pengusaha Kecil-Menengah, Koperasi dan Tenaga Kerja: Dadang Sutarmo, SH
- Bidang Transportasi, Infrastruktur, Perumahan, Energi, Pertambangan dan Lingkungan Hidup: Indra Yuliana Mulya, SE
- Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan: Budi Budiman, SH. MH
- Sekretaris : IWAN PERMANA, SH, MH
- Wakil Bidang Internal: Adang Supiana
- Wakil Bidang Program: Vanessa Prameswara Natasha Suharis, SH
- Bendahara : Susilawati, SH
- Wakil Bidang Internal dan Program: Bambang Irawan
Jumat, 19 April 2013
Partai Ideologis akan Menjadi Pemenang Pemilu 2014
Mencermati kondisi perpolitikan
nasional akhir – akhir ini, rasa – rasanya semakin kesini semakin
menarik untuk disimak, semakin seksi ketika isu parpol dan Pemilu
diangkat menjadi bahan berita. Isu konspirasi, isu korupsi, perpecahan
Parpol, agresivitas media massa, dan berbagai hal seputar dinamisasi
perpolitikan nasional menjadi isu hangat yang perlu kita simak bersama.
Bagi saya pribadi, sebagai warga negara Indonesia yang baik, perlu
kiranya turut urun rembug dalam bentuk tulisan, terkait kemungkinan –
kemungkinan yang akan terjadi, semenjak saat ini, hingga pemilu 2014
digelar, April tahun depan.
Beberapa fakta menarik
seputar dinamisasi perpolitikan nasional tersebut saya coba rangkum
dalam beberapa hal. Yang pertama adalah isu seputar Parpol menjadi semakin seksi diperbincangkan banyak pihak.
Contoh kecil adalah seputar tulisan saya di kompasiana dulu, yang waktu
itu sempat menjadi tulisan fenomenal saya sepanjang bergabung di
kompasiana, tentang kepedulian PKS saat banjir. Dalam tulisan tersebut,
ada 308 Retweet dan sekitar 6000 pembaca. Pun demikian ketika Partai
Nasdem terkena kasus keretakan internal, banyak media yang berseberangan
dengan ‘pendukung’ nasdem mengangkatnya habis – habisan.
Yang paling fenomenal
adalah yang terbaru, beberapa hari yang lalu. Ketika secara tiba – tiba
KPK menetapkan Luthfi hasan Ishaq, Presiden PKS, sebagai tersangka kasus
impor daging sapi. Semua media massa menjadikan isu ini headline.
Bahkan media massa, dengan kepentingan mereka masing – masing tentunya,
menjadikan pemberitaan PKS ini menjadi berita utama. Bahkan saat PKS
mengumumkan presiden penggantinya, Anis Matta dilantik, TV One
menyiarkan secara langsung prosesi tersebut.
Yang kedua adalah tentan ramalan 2014, bahwa tahun 2014 adalah tahun kebangkitan Partai Ideologis.
Mengapa demikian? saya kira perlu kiranya, saya disini sebagai seorang
pengamat kecil – kecilan, yang tertarik dengan isu politik, mencoba
memberikan gambaran bahwa Pemenang 2014 adalah Partai Politik yang terus
saja fokus untuk bergerak dengan identitas dan ideologi yang jelas.
Partai Politik yang concern terhadap penguatan internal, serta fokus
kepada pelayanan masyarakat, akan menjadi pemenang Pemilu. Nah, untuk
hal ini, saya memprediksi ada 3 Parpol yang kemungkinan besar akan
menjadi 3 besar Pemilu 2014.
Partai yang pertama
adalah PDI Perjuangan. PDI Perjuangan adalah Partai ideologis yang terus
menyuarakan ideologi sosialis-nasionalis. Partai ini walaupun saat ini
berlaku sebagai oposisi bagi pemerintahan SBY-Boediono, memiliki basis
massa yang militan ditingkat akar rumput. Walaupun ketokohan sosok
megawati sudah mulai pudar, akan tetapi regenerasi tokoh yang dilakukan
PDI Perjuangan cukup massif lewat gerakan pemuda dan politisi mudanya,
semisal Budiman Sujatmiko, Puan Maharani, rieke Dyah Pitaloka dan Ganjar
Pranowo. Tokoh – tokoh muda tersebut saat ini begitu getol dibidang
spesialisasi masing – masing. Budiman mantan aktivis 98 ini misalnya,
dia begitu concern terhadap perkembangan pedesaan di tanah air. Pun
demikian dengan Rieke Oneng, yang terus saja menyuarakan kepentingan
Buruh. Analisa kebangkitan PDI ini juga didasari faktor Jokowi Effect
yang masih terasa di kalangan akar rumput. Selain itu dukungan massa
tradisional dari pedesaan turut menguatkan prediksi bahwa PDI akan
menjadi Partai nomor satu di 2014.
Yang kedua adalah
Partai Golkar. Partai ini ideologinya jelas, dia membawa isu nasionalis,
hampir sama dengan PDI, namun basis massa yang paling kuat adalah di
basis massa menengan dan kalangan karya. Partai Golkar meskipun menjadi
yang dari sisi tertentu terlihat pragmatis, tetapi partai ini memiliki
ideoligisasasi yang kokoh. Selain didukung pendanaan yang kuat, media
yang secara simultan terus memberitakan kontribusi Golkar kepada publik,
juga basis massa pemuda dan kalangan intelektual yang mulai digarap
oleh Partai pohon beringin ini. 3 hal ini disertai kekuatan ideologi
nasionalis, Golkar akan menajdi Partai peringkat kedua dalam Pemilu
2014.
Partai yang ketiga
adalah PKS. Kenapa saya menempatkan PKS menjadi Partai nomor tiga, tentu
ada beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah bahwa PKS ini memiliki
ideolgi paling jelas dibanding Partai peserta Pemilu lainnya. Yakni
Islamis-Nasionalis. PKS sebagai Partai islam mencoba menempatkan bahwa
Islam sebagai solusi bagi semua permasalahan kebangsaan. Disisi lain,
untuk menjadikan publik makin simpati dengan Partai ini, PKS
mengkondisikan dirinya sebagai Partai nasionalis yang benar – benar
berkepentingan untuk pelayanan terhadap rakyat. Jargon peduli yang
mereka bawa membawa dampak bagi kinerja – kinerja kerakyatan Partai ini.
Selain itu, kekuatan pendukung Partai ini adalah faktor struktural,
yakni tidak bergantung pada figur, akan tetapi terus melakukan
regenerasi kepemimpinan.
Regenerasi
kepemimpinan ini nampak ketika kemarin, contohnya, Luthfi hasan
dijadikan tersangka oleh KPK, PKS secara langsung langsung mengumumkan
pergantian Presiden Partai, yakni Anis Matta. Walaupun memang, tak bisa
dipungkiri bahwa kasus ini memberi dampak bagi Partai, namun, sosok muda
Anis Matta ini akan menjadi keunggulan untuk mendongkrak citra Partai
menuju cita Partai ini, yakni masuk 3 besar.
itu prediksi saya
terkait Partai – partai yang akan menguasai Pemilu 2014. PDI Perjuangan,
Golkar, dan PKS. Salah satu analisis saya adalah keran ideologisasi
Partai yang continue akan melahirkan regenerasi kepemimpinan, sehingga
hal ini akan berdampak kepada banyaknya stock kepemimpinan masa depan,
untuk hal ini, ketiga Partai tersebut diatas memiliki keunggulan dari
sisi ini. Karena Partai yang hanya mengandalkan figuritas, akan terbuang
di 2014.
Yang kedua adalah
kepedulian dan pelayanan, serta kedekatan kepada masyarakat, saya kira
ketiga partai ini juga memiliki sikap politik yang demikian.
Yang jelas, ini hanya
prediksi saya, yang terpenting adalah bagaimana kemudian ketika Parpol
ini ingin memenangkan Pemilu, memiliki mental – mental demokrasi yang
kokoh. Sudah saatnya bangsa ini menunggu negarawan yang berasal dari
rahim demokrasi yang benar, dari rahim idelogisasi dan regenerasi
politik yang baik dan terus menerus.
Inisiator Komunitas Pena Merah | Penulis Buku Pacitan The Heaven Of Indonesia | Petualang Kuliner | Twitter @dwi_itudua
Sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/02/02/partai-ideologis-akan-menjadi-pemenang-pemilu-2014-525098.html
PDI Perjuangan Targetkan Menang Pemilu 2014
JAKARTA (Berita) PDI Perjuangan menargetkan memenangkan Pemilu Legislatif 2014 dengan UU Pemilu yang baru disahkan.“Target kami tidak muluk-muluk hanya ingin menang dalam pemilu 2014,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani dalam jumpa pers seusai pengesahan RUU Pemilu di Gedung DPR, Kamis (12/4).
“PDIP menyiapkan diri untuk siap menghadapi pemilu dengan UU Pemilu yang baru disahkan karena sudah disepakati kita ikut dan taat dengan aturan itu,” jelas Puan.
Menurut Puan, usulan PDIP dalam pembahasan di Pansus Pemilu dan forum lobi sangat jelas dalam upaya memperbaiki sistem pemilu, pendidikan politik melalui partai politik.
“Usulan kami dalam rangka penguatan sistem presidensial untuk penguatan NKri tapi pola pikir kami berbeda dengan fraksi-fraksi. Ini bukan soal menang kalah atau ego di paripurna tapi kami mencoba memberi pendidikan politik dalam rangka penguatan sistem presidensial ke depan,” paparnya.
“Kami memperjuangkan sistem pemilu yang simpel tidak banyak biaya tapi dengan disahkannya UU Pemilu hari ini tidak jauh berbeda dengan UU sebelumnya hanya ambang batas 2,5 persen menjadi 3,5 persen,” ujar Puan.
Ditegaskan Puan, proses pembahasan UU Pemilu bukan soal kalah menang tapi mencoba bersikap dalam memperbaiki sistem politik ke depan, tidak serba instan.
“Tidak jeruk makan jeruk di internal tidak hanya di PDIP tapi bagi seluruh partai peserta pemilu,” lanjut Puan.
Puan Maharani mengatakan, sejumlah usulan yang mereka tawarkan di UU Pemilu, di antaranya sistem pemilu dan alokasi kursi per daerah pemilihan, bertujuan agar Pemilu 2014 mendatang lebih berkualitas.
“Ini bukan masalah ego, tapi kami ingin memberikan pendidikan politik,” kata Puan. PDI Perjuangan, lanjut Puan, menginginkan adanya penyederhanaan partai. Dengan begitu, kata dia, partai akan semakin matang dalam memberikan pendidikan politik ke para kadernya.
“Seperti hari ini, partai tidak bisa berikan pendidikan politik ke kader dan orang baru dengan sistem terbuka,” ujarnya.
“Sekali lagi, kami memperjuangkan hari ini bukan kepentingan internal partai saja tapi perbaikan sistem pemilu ke depan di Indonesia,” tambah Puan.(iws)
http://beritasore.com/2012/04/12/pdi-perjuangan-targetkan-menang-pemilu-2014/
Sejarah dan Visi-Misi PDI Perjuangan
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996. Hasil dari peristiwa ini adalah tampilnya Megawati Soekarnoputri
di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini
Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia dan
anggota Komisi I DPR, namun setelah peristiwa inilah, namanya dikenal
diseluruh Indonesia.
Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDI-P didirikan. Dalam Pemilu ini, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan, karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden.
Dalam Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI-P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Untuk Pemilu Presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden.
Kongres I PDI-P berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2000.
Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDI-P dibuka di Sanur, Bali, di tengah aksi sekelompok kader yang meminta reformasi di dalam tubuh PDI-P dan terkumpul dalam "Gerakan Pembaruan PDI-P". Kongres ditutup pada 31 Maret, dua hari lebih cepat dari yang direncanakan, dengan terpilihnya kembali Megawati Soekarnoputri secara aklamasi oleh sekitar 1.000 utusan PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan periode 2005-2010 beserta sejumlah pengurus lainnya. Sadar akan tuntutan proses regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Partai, Megawati menunjuk Pramono Anung Wibowo, seorang politisi muda, sebagai Sekretaris Jenderal. Sedangkan Guruh Sukarnoputra, adik Megawati, yang sebelumnya ikut dalam bursa calon Ketua Umum, terpilih sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Pencapaian pada Pemilu Anggota DPR 2009, PDI-P mendapat 95 kursi (16,96%) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat 14.600.091 suara (14,0%). Dengan hasil ini, PDI-P menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR.
Berdasarkan Kongres III PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, April 2010. Berikut susunan pengurs PDI Perjuangan untuk masa kerja 2010—2015:
Sebagai Partai Ideologis berasaskan Pancasila 1 Juni 1945, PDI Perjuangan berperan aktif dalam usaha-usaha untuk mencapai cita-cita bersama di atas. Untuk itu, PDI Perjuangan berketetapan menjadi alat perjuangan dan pengorganisasian rakyat. Sebagai alat rakyat, PDI Perjuangan bertugas untuk:
Pertama, mewujudkan amanat penderitaaan rakyat sebagaimana termaktub dalam cita-cita Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.
Kedua, menjaga dan melaksanakan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar dan arah berbangsa dan bernegara; sebagai sumber inspirasi dan harapan bagi rakyat; sebagai norma pengatur tingkah laku kebijakan, kelembagaan dan anggota partai; dan sebagai cermin dari keseluruhan jati diri partai.
Ketiga, mengantarkan Indonesia untuk berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai syarat-syarat minimum bagi perwujudan cita-cita bersama bangsa di atas.
Dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bersama bangsa, PDI Perjuangan melaksanakannya melalui pengorganisasian dan perjuangan rakyat untuk mencapai kekuasaan politik dan mempengaruhi kebijakan dengan cara-cara damai, demokratis, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Membangun masyarakat Pancasila 1 Juni 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur;
Menghimpun dan membangun kekuatan politik rakyat;
Memperjuangkan kepentingan rakyat di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya secara demokratis; dan berjuang mendapatkan kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Menjadi alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter bangsa;
Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila; dan
Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara.
Referensi; wikipedia , pdiperjuangan.or.id
Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDI-P didirikan. Dalam Pemilu ini, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan, karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden.
Dalam Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI-P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Untuk Pemilu Presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden.
Kongres I PDI-P berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2000.
Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDI-P dibuka di Sanur, Bali, di tengah aksi sekelompok kader yang meminta reformasi di dalam tubuh PDI-P dan terkumpul dalam "Gerakan Pembaruan PDI-P". Kongres ditutup pada 31 Maret, dua hari lebih cepat dari yang direncanakan, dengan terpilihnya kembali Megawati Soekarnoputri secara aklamasi oleh sekitar 1.000 utusan PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan periode 2005-2010 beserta sejumlah pengurus lainnya. Sadar akan tuntutan proses regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Partai, Megawati menunjuk Pramono Anung Wibowo, seorang politisi muda, sebagai Sekretaris Jenderal. Sedangkan Guruh Sukarnoputra, adik Megawati, yang sebelumnya ikut dalam bursa calon Ketua Umum, terpilih sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Pencapaian pada Pemilu Anggota DPR 2009, PDI-P mendapat 95 kursi (16,96%) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat 14.600.091 suara (14,0%). Dengan hasil ini, PDI-P menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR.
Berdasarkan Kongres III PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, April 2010. Berikut susunan pengurs PDI Perjuangan untuk masa kerja 2010—2015:
- Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri
- Ketua Dewan Pimpinan Pusat:
- Bidang Kehormatan Partai: Sidharto Danusubroto
- Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Negara: Puan Maharani
- Bidang Keanggotan Kaderisasi dan Rekrutmen: Idham Samawi
- Bidang Organisasi: Djarot Syaiful Hidayat
- Bidang Bidang Informasi dan Komunikasi: Rano Karno
- Bidang Sumber Daya dan Dana: Effendi Simbolon
- Bidang Pertanian Perikanan dan Kelautan: Mindo Sianipar
- Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja: Ribka Tjiptaning
- Bidang Pendidikan Keagamaan, dan Kebudayaan: Hamka Haq
- Bidang Industri Perdagangan: Nusyirwan Sujono
- Bidang Perempuan dan Anak: Wiryanti Sukamdani
- Bidang Pemuda dan Olahraga: Maruarar Sirait
- Bidang Infrastruktur dan Perumahan: I Made Urip
- Bidang Energi dan Pertambangan dan Lingkungan Hidup: Bambang Mulyanto
- Bidang Kehutanan dan Perkebunan: Muhammad Prakosa
- Bidang Keuangan dan Perbankan: Emir Moeis
- Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan: Trimedya Panjaitan
- Bidang Pertahanan dan Keamanan dan Hubungan Internasional: Andreas Pareira
- Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah: Komaruddin Watubun
- Sekretaris Jenderal: Tjahjo Kumolo
- Wakil Bidang Internal: Eriko Sotarduga
- Wakil Bidang Program: Ahmad Basarah
- Wakil Bidang Kesekretariatan: Hasto Kristianto
- Bendahara
- Umum: Olly Dondokambey
- Wakil Bidang internal: Rudianto Tjen
- Wakil Bidang Program: Juliari Pieter Batubara
Visi & Misi
Bahwa sesungguhnya cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur serta berkeadaban dan berketuhanan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan cita-cita bersama dari seluruh rakyat Indonesia.Sebagai Partai Ideologis berasaskan Pancasila 1 Juni 1945, PDI Perjuangan berperan aktif dalam usaha-usaha untuk mencapai cita-cita bersama di atas. Untuk itu, PDI Perjuangan berketetapan menjadi alat perjuangan dan pengorganisasian rakyat. Sebagai alat rakyat, PDI Perjuangan bertugas untuk:
Pertama, mewujudkan amanat penderitaaan rakyat sebagaimana termaktub dalam cita-cita Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.
Kedua, menjaga dan melaksanakan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar dan arah berbangsa dan bernegara; sebagai sumber inspirasi dan harapan bagi rakyat; sebagai norma pengatur tingkah laku kebijakan, kelembagaan dan anggota partai; dan sebagai cermin dari keseluruhan jati diri partai.
Ketiga, mengantarkan Indonesia untuk berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai syarat-syarat minimum bagi perwujudan cita-cita bersama bangsa di atas.
Dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bersama bangsa, PDI Perjuangan melaksanakannya melalui pengorganisasian dan perjuangan rakyat untuk mencapai kekuasaan politik dan mempengaruhi kebijakan dengan cara-cara damai, demokratis, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Membangun masyarakat Pancasila 1 Juni 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur;
Menghimpun dan membangun kekuatan politik rakyat;
Memperjuangkan kepentingan rakyat di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya secara demokratis; dan berjuang mendapatkan kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Menjadi alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter bangsa;
Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila; dan
Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara.
Referensi; wikipedia , pdiperjuangan.or.id
Rabu, 13 Maret 2013
Mars PDIP
MARS PDI PERJUANGAN
Atas kasih dan kehendak Yang Maha Pencipta
Kita telah sepakat bersatu
Bersatu dalam satu rampak barisan
menentang kemiskinan
Kita telah sepakat bersatu
Bersatu dalam satu rampak barisan
menentang kemiskinan
Atas Rahmat dan Bimbingan Yang Maha Kuasa
Kita telah bertekad berjuang
Berjuang untuk satu tujuan mulia
mencapai Indonesia sentosa
Bersama PDI Perjuangan
Bersama PDI Perjuangan
wadah kedaulatan rakyat Indonesia
Kita telah bertekad berjuang
Berjuang untuk satu tujuan mulia
mencapai Indonesia sentosa
Bersama PDI Perjuangan
Bersama PDI Perjuangan
wadah kedaulatan rakyat Indonesia
Atas berkat dan kemurahan Yang Maha Esa PDI Perjuangan Jaya
Langganan:
Komentar (Atom)







.jpg)




