Jumat, 19 April 2013

For JATENG 2013 - 2018


Partai Ideologis akan Menjadi Pemenang Pemilu 2014

1359788598878955253
3 Besar 2014
Mencermati kondisi perpolitikan nasional akhir – akhir ini, rasa – rasanya semakin kesini semakin menarik untuk disimak, semakin seksi ketika isu parpol dan Pemilu diangkat menjadi bahan berita. Isu konspirasi, isu korupsi, perpecahan Parpol, agresivitas media massa, dan berbagai hal seputar dinamisasi perpolitikan nasional menjadi isu hangat yang perlu kita simak bersama. Bagi saya pribadi, sebagai warga negara Indonesia yang baik, perlu kiranya turut urun rembug dalam bentuk tulisan, terkait kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi, semenjak saat ini, hingga pemilu 2014 digelar, April tahun depan.
Beberapa fakta menarik seputar dinamisasi perpolitikan nasional tersebut saya coba rangkum dalam beberapa hal. Yang pertama adalah isu seputar Parpol menjadi semakin seksi diperbincangkan banyak pihak. Contoh kecil adalah seputar tulisan saya di kompasiana dulu, yang waktu itu sempat menjadi tulisan fenomenal saya sepanjang bergabung di kompasiana, tentang kepedulian PKS saat banjir. Dalam tulisan tersebut, ada 308 Retweet dan sekitar 6000 pembaca. Pun demikian ketika Partai Nasdem terkena kasus keretakan internal, banyak media yang berseberangan dengan ‘pendukung’ nasdem mengangkatnya habis – habisan.
Yang paling fenomenal adalah yang terbaru, beberapa hari yang lalu. Ketika secara tiba – tiba KPK menetapkan Luthfi hasan Ishaq, Presiden PKS, sebagai tersangka kasus impor daging sapi. Semua media massa menjadikan isu ini headline. Bahkan media massa, dengan kepentingan mereka masing – masing tentunya, menjadikan pemberitaan PKS ini menjadi berita utama. Bahkan saat PKS mengumumkan presiden penggantinya, Anis Matta dilantik, TV One menyiarkan secara langsung prosesi tersebut.
Yang kedua adalah tentan ramalan 2014, bahwa tahun 2014 adalah tahun kebangkitan Partai Ideologis. Mengapa demikian? saya kira perlu kiranya, saya disini sebagai seorang pengamat kecil – kecilan, yang tertarik dengan isu politik, mencoba memberikan gambaran bahwa Pemenang 2014 adalah Partai Politik yang terus saja fokus untuk bergerak dengan identitas dan ideologi yang jelas. Partai Politik yang concern terhadap penguatan internal, serta fokus kepada pelayanan masyarakat, akan menjadi pemenang Pemilu. Nah, untuk hal ini, saya memprediksi ada 3 Parpol yang kemungkinan besar akan menjadi 3 besar Pemilu 2014.
Partai yang pertama adalah PDI Perjuangan. PDI Perjuangan adalah Partai ideologis yang terus menyuarakan ideologi sosialis-nasionalis. Partai ini walaupun saat ini berlaku sebagai oposisi bagi pemerintahan SBY-Boediono, memiliki basis massa yang militan ditingkat akar rumput. Walaupun ketokohan sosok megawati sudah mulai pudar, akan tetapi regenerasi tokoh yang dilakukan PDI Perjuangan cukup massif lewat gerakan pemuda dan politisi mudanya, semisal Budiman Sujatmiko, Puan Maharani, rieke Dyah Pitaloka dan Ganjar Pranowo. Tokoh – tokoh muda tersebut saat ini begitu getol dibidang spesialisasi masing – masing. Budiman mantan aktivis 98 ini misalnya, dia begitu concern terhadap perkembangan pedesaan di tanah air. Pun demikian dengan Rieke Oneng, yang terus saja menyuarakan kepentingan Buruh. Analisa kebangkitan PDI ini juga didasari faktor Jokowi Effect yang masih terasa di kalangan akar rumput. Selain itu dukungan massa tradisional dari pedesaan turut menguatkan prediksi bahwa PDI akan menjadi Partai nomor satu di 2014.
Yang kedua adalah Partai Golkar. Partai ini ideologinya jelas, dia membawa isu nasionalis, hampir sama dengan PDI, namun basis massa yang paling kuat adalah di basis massa menengan dan kalangan karya. Partai Golkar meskipun menjadi yang dari sisi tertentu terlihat pragmatis, tetapi partai ini memiliki ideoligisasasi yang kokoh. Selain didukung pendanaan yang kuat, media yang secara simultan terus memberitakan kontribusi Golkar kepada publik, juga basis massa pemuda dan kalangan intelektual yang mulai digarap oleh Partai pohon beringin ini. 3 hal ini disertai kekuatan ideologi nasionalis, Golkar akan menajdi Partai peringkat kedua dalam Pemilu 2014.
Partai yang ketiga adalah PKS. Kenapa saya menempatkan PKS menjadi Partai nomor tiga, tentu ada beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah bahwa PKS ini memiliki ideolgi paling jelas dibanding Partai peserta Pemilu lainnya. Yakni Islamis-Nasionalis. PKS sebagai Partai islam mencoba menempatkan bahwa Islam sebagai solusi bagi semua permasalahan kebangsaan. Disisi lain, untuk menjadikan publik makin simpati dengan Partai ini, PKS mengkondisikan dirinya sebagai Partai nasionalis yang benar – benar berkepentingan untuk pelayanan terhadap rakyat. Jargon peduli yang mereka bawa membawa dampak bagi kinerja – kinerja kerakyatan Partai ini. Selain itu, kekuatan pendukung Partai ini adalah faktor struktural, yakni tidak bergantung pada figur, akan tetapi terus melakukan regenerasi kepemimpinan.
Regenerasi kepemimpinan ini nampak ketika kemarin, contohnya, Luthfi hasan dijadikan tersangka oleh KPK, PKS secara langsung langsung mengumumkan pergantian Presiden Partai, yakni Anis Matta. Walaupun memang, tak bisa dipungkiri bahwa kasus ini memberi dampak bagi Partai, namun, sosok muda Anis Matta ini akan menjadi keunggulan untuk mendongkrak citra Partai menuju cita Partai ini, yakni masuk 3 besar.
itu prediksi saya terkait Partai – partai yang akan menguasai Pemilu 2014. PDI Perjuangan, Golkar, dan PKS. Salah satu analisis saya adalah keran ideologisasi Partai yang continue akan melahirkan regenerasi kepemimpinan, sehingga hal ini akan berdampak kepada banyaknya stock kepemimpinan masa depan, untuk hal ini, ketiga Partai tersebut diatas memiliki keunggulan dari sisi ini. Karena Partai yang hanya mengandalkan figuritas, akan terbuang di 2014.
Yang kedua adalah kepedulian dan pelayanan, serta kedekatan kepada masyarakat, saya kira ketiga partai ini juga memiliki sikap politik yang demikian.
Yang jelas, ini hanya prediksi saya, yang terpenting adalah bagaimana kemudian ketika Parpol ini ingin memenangkan Pemilu, memiliki mental – mental demokrasi yang kokoh. Sudah saatnya bangsa ini menunggu negarawan yang berasal dari rahim demokrasi yang benar, dari rahim idelogisasi dan regenerasi politik yang baik dan terus menerus.

Inisiator Komunitas Pena Merah | Penulis Buku Pacitan The Heaven Of Indonesia | Petualang Kuliner | Twitter @dwi_itudua

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/02/02/partai-ideologis-akan-menjadi-pemenang-pemilu-2014-525098.html

PDI Perjuangan Targetkan Menang Pemilu 2014

JAKARTA (Berita)   PDI Perjuangan menargetkan memenangkan Pemilu Legislatif 2014 dengan UU Pemilu yang baru disahkan.
“Target kami tidak muluk-muluk hanya ingin menang dalam pemilu 2014,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani dalam jumpa pers seusai pengesahan RUU Pemilu di Gedung DPR, Kamis (12/4).
“PDIP menyiapkan diri untuk siap menghadapi pemilu dengan UU Pemilu yang baru disahkan karena sudah disepakati kita ikut dan taat dengan aturan itu,” jelas Puan.
Menurut Puan, usulan PDIP dalam pembahasan di Pansus Pemilu dan forum lobi sangat jelas dalam upaya memperbaiki sistem pemilu, pendidikan politik melalui partai politik.
“Usulan kami dalam rangka penguatan sistem presidensial untuk penguatan NKri tapi pola pikir kami berbeda dengan fraksi-fraksi. Ini bukan soal menang kalah atau ego di paripurna tapi kami mencoba memberi pendidikan politik dalam rangka penguatan sistem presidensial ke depan,” paparnya.
“Kami memperjuangkan sistem pemilu yang simpel tidak banyak biaya tapi dengan disahkannya UU Pemilu hari ini  tidak jauh berbeda dengan UU sebelumnya hanya ambang batas  2,5 persen menjadi 3,5 persen,” ujar Puan.
Ditegaskan Puan, proses pembahasan UU Pemilu bukan soal kalah menang tapi mencoba bersikap dalam memperbaiki sistem politik ke depan, tidak serba instan.
“Tidak jeruk makan jeruk di internal tidak hanya di PDIP tapi bagi seluruh partai peserta pemilu,” lanjut Puan.
Puan Maharani mengatakan, sejumlah usulan yang mereka tawarkan di UU Pemilu, di antaranya sistem pemilu dan alokasi kursi per daerah pemilihan, bertujuan agar Pemilu 2014 mendatang lebih berkualitas.
“Ini bukan masalah ego, tapi kami ingin memberikan pendidikan politik,” kata Puan. PDI Perjuangan, lanjut Puan, menginginkan adanya penyederhanaan partai. Dengan begitu, kata dia, partai akan semakin matang dalam memberikan pendidikan politik ke para kadernya.
“Seperti hari ini, partai tidak bisa berikan pendidikan politik ke kader dan orang baru dengan sistem terbuka,” ujarnya.
“Sekali lagi, kami memperjuangkan hari ini bukan kepentingan internal partai saja tapi perbaikan sistem pemilu ke depan di Indonesia,” tambah Puan.(iws)

 http://beritasore.com/2012/04/12/pdi-perjuangan-targetkan-menang-pemilu-2014/

Sejarah dan Visi-Misi PDI Perjuangan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996. Hasil dari peristiwa ini adalah tampilnya Megawati Soekarnoputri di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia dan anggota Komisi I DPR, namun setelah peristiwa inilah, namanya dikenal diseluruh Indonesia.
Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDI-P didirikan. Dalam Pemilu ini, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan, karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden.

Dalam Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI-P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Untuk Pemilu Presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden.
Kongres I PDI-P berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2000.

Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDI-P dibuka di Sanur, Bali, di tengah aksi sekelompok kader yang meminta reformasi di dalam tubuh PDI-P dan terkumpul dalam "Gerakan Pembaruan PDI-P". Kongres ditutup pada 31 Maret, dua hari lebih cepat dari yang direncanakan, dengan terpilihnya kembali Megawati Soekarnoputri secara aklamasi oleh sekitar 1.000 utusan PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan periode 2005-2010 beserta sejumlah pengurus lainnya. Sadar akan tuntutan proses regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Partai, Megawati menunjuk Pramono Anung Wibowo, seorang politisi muda, sebagai Sekretaris Jenderal. Sedangkan Guruh Sukarnoputra, adik Megawati, yang sebelumnya ikut dalam bursa calon Ketua Umum, terpilih sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Pencapaian pada Pemilu Anggota DPR 2009, PDI-P mendapat 95 kursi (16,96%) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat 14.600.091 suara (14,0%). Dengan hasil ini, PDI-P menempati posisi ketiga dalam perolehan suara serta kursi di DPR.

Berdasarkan Kongres III PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Bali, April 2010. Berikut susunan pengurs PDI Perjuangan untuk masa kerja 2010—2015:

  • Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri
  • Ketua Dewan Pimpinan Pusat:
    • Bidang Kehormatan Partai: Sidharto Danusubroto
    • Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Negara: Puan Maharani
    • Bidang Keanggotan Kaderisasi dan Rekrutmen: Idham Samawi
    • Bidang Organisasi: Djarot Syaiful Hidayat
    • Bidang Bidang Informasi dan Komunikasi: Rano Karno
    • Bidang Sumber Daya dan Dana: Effendi Simbolon
    • Bidang Pertanian Perikanan dan Kelautan: Mindo Sianipar
    • Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja: Ribka Tjiptaning
    • Bidang Pendidikan Keagamaan, dan Kebudayaan: Hamka Haq
    • Bidang Industri Perdagangan: Nusyirwan Sujono
    • Bidang Perempuan dan Anak: Wiryanti Sukamdani
    • Bidang Pemuda dan Olahraga: Maruarar Sirait
    • Bidang Infrastruktur dan Perumahan: I Made Urip
    • Bidang Energi dan Pertambangan dan Lingkungan Hidup: Bambang Mulyanto
    • Bidang Kehutanan dan Perkebunan: Muhammad Prakosa
    • Bidang Keuangan dan Perbankan: Emir Moeis
    • Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan: Trimedya Panjaitan
    • Bidang Pertahanan dan Keamanan dan Hubungan Internasional: Andreas Pareira
    • Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah: Komaruddin Watubun
  • Sekretaris Jenderal: Tjahjo Kumolo
    • Wakil Bidang Internal: Eriko Sotarduga
    • Wakil Bidang Program: Ahmad Basarah
    • Wakil Bidang Kesekretariatan: Hasto Kristianto
  • Bendahara
    • Umum: Olly Dondokambey
    • Wakil Bidang internal: Rudianto Tjen
    • Wakil Bidang Program: Juliari Pieter Batubara

 

Visi & Misi

Bahwa sesungguhnya cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur serta berkeadaban dan berketuhanan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan cita-cita bersama dari seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai Partai Ideologis berasaskan Pancasila 1 Juni 1945, PDI Perjuangan berperan aktif dalam usaha-usaha untuk mencapai cita-cita bersama di atas. Untuk itu, PDI Perjuangan berketetapan menjadi alat perjuangan dan pengorganisasian rakyat. Sebagai alat rakyat, PDI Perjuangan bertugas untuk:

Pertama, mewujudkan amanat penderitaaan rakyat sebagaimana termaktub dalam cita-cita Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.
Kedua, menjaga dan melaksanakan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar dan arah berbangsa dan bernegara; sebagai sumber inspirasi dan harapan bagi rakyat; sebagai norma pengatur tingkah laku kebijakan, kelembagaan dan anggota partai; dan sebagai cermin dari keseluruhan jati diri partai.
Ketiga, mengantarkan Indonesia untuk berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai syarat-syarat minimum bagi perwujudan cita-cita bersama bangsa di atas.

Dalam perjuangan mewujudkan cita-cita bersama bangsa, PDI Perjuangan melaksanakannya melalui pengorganisasian dan perjuangan rakyat untuk mencapai kekuasaan politik dan mempengaruhi kebijakan dengan cara-cara damai, demokratis, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
Membangun masyarakat Pancasila 1 Juni 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur;
Menghimpun dan membangun kekuatan politik rakyat;
Memperjuangkan kepentingan rakyat di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya secara demokratis; dan berjuang mendapatkan kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Menjadi alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter bangsa;
Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila; dan
Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara.

Referensi; wikipedia , pdiperjuangan.or.id